Series Keluarga Muslim Sedikit Saja Dulu
Gagang telepon masih kutempelkan ke telinga. Tanganku memegangnya dengan dua tangan, seperti benda itu bisa lepas sewaktu-waktu kalau aku tidak.
Kategori
25 cerita tersedia dalam kategori ini.
Series Keluarga Muslim Gagang telepon masih kutempelkan ke telinga. Tanganku memegangnya dengan dua tangan, seperti benda itu bisa lepas sewaktu-waktu kalau aku tidak.
Series Keluarga Muslim Kak Salma mempersilakanku masuk dengan gerakan tangan yang pelan. Aku melangkah melewati ambang pintu kantor. Lantai di dalam terasa lebih dingin daripada.
Series Keluarga Muslim Setiap kali ada langkah mendekat ke kantor, aku merasa seperti ikut berhenti. Setiap kali ada suara anak-anak di lorong, aku menoleh sedikit. Dan setiap.
Series Keluarga Muslim Tapi sebelum aku sempat menunduk terlalu lama, Kak Salma berkata pelan, “Nggak aneh,.
Series Keluarga Muslim Hanya cukup agar aku tidak langsung terlihat oleh anak-anak yang lewat di.
Series Keluarga Muslim Setelah Subuh, kamar bergerak lebih cepat daripada biasanya. Beberapa anak baru selesai melipat mukena. Ada yang masih mengantuk sambil merapikan sajadah..
Series Keluarga Muslim Tapi pagi itu, saat aku membuka lemari untuk mengambil kerudung putih, satu gulungan kerudung jatuh tepat ke.
Series Keluarga Muslim Pagi itu, setelah sarapan dan kegiatan kebersihan selesai, Kak Salma berdiri di depan kamar sambil memegang daftar jadwal. Beberapa anak masih merapikan.
Series Keluarga Muslim Malam itu, aku duduk di halaqah dengan satu pertanyaan yang belum sempat kutanyakan kepada.
Series Keluarga Muslim Sore itu, aku sedang merapikan mukena setelah Ashar ketika Kak Salma muncul di pintu kamar. Tangannya memegang buku kecil yang biasa dipakai untuk.
Series Keluarga Muslim Di rumah, Bunda sering membelikan sesuatu ketika tidak tahu harus mengatakan.
Series Keluarga Muslim Kak Salma berdiri di depan ruang serbaguna sambil membawa map cokelat. Satu per satu anak menyerahkan amplop putih mereka. Ada yang langsung berlari.
Series Keluarga Muslim Menulis “Aku marah” ternyata lebih mudah daripada menulis “Ayah dan Bunda yang Najwa.
Series Keluarga Muslim Malam sebelumnya, ketika Risa bertanya dari ranjang atas apakah aku belum tidur, aku tidak benar-benar menjawab. Aku hanya bergumam pelan, cukup untuk.
Series Keluarga Muslim Hari pertamaku belum selesai, tapi rasanya tubuhku sudah dipakai untuk beberapa hari sekaligus. Setelah beberapa kegiatan yang namanya masih bercampur di.
Series Keluarga Muslim Aku pikir setelah berhasil melewati pagi pertama, hari itu akan sedikit lebih.
Series Keluarga Muslim Aku baru tidur sebentar ketika suara bel membuat seluruh kamar bergerak sebelum aku sempat mengerti apa yang.
Series Keluarga Muslim Aku baru benar-benar merasa ditinggalkan ketika mobil Ayah sudah tidak terlihat.
Series Keluarga Muslim Aku tahu keputusan itu sudah dibuat dari cara Bunda tidak menatapku saat memanggilku ke ruang.
Series Keluarga Muslim Mereka bilang belum ada keputusan, tapi Bunda sudah menyimpan nomor pondok itu di.
Series Keluarga Muslim Malam itu, aku mendengar namaku disebut dari ruang tamu sebelum Bunda sempat.
Series Keluarga Muslim HP-ku dipegang Ayah. Laptop hanya boleh kupakai di ruang tengah. Pulang sekolah harus langsung pulang. Tidak boleh mampir. Tidak boleh ikut teman-teman.
Series Keluarga Muslim Lampu meja masih menyala. Buku matematika terbuka di samping bantal, persis di halaman yang sejak sore tidak benar-benar kubaca. AC berdengung pelan. Dari.
Series Keluarga Muslim Sebelum semua orang bilang aku makin sulit diatur, rumah itu lebih dulu berhenti benar-benar.
Series Keluarga Muslim Aku baru tahu seseorang bisa merasa dibuang tanpa ada yang benar-benar.