Logo Tarbiya Nabawiya Tarbiya Nabawiya Menumbuhkan Generasi dengan Iman dan Adab
← Kembali ke daftar cerita
Series Keluarga Muslim Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1) · Episode 18 8 menit

Wangi Itu Ternyata Tidak Datang Sendiri

Pagi itu, setelah sarapan dan kegiatan kebersihan selesai, Kak Salma berdiri di depan kamar sambil memegang daftar jadwal. Beberapa anak masih merapikan.

Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1) Najwa datang ke pesantren putri dengan hati yang belum selesai. Ia merasa pondok adalah tempat pembuangan, tempat orang tuanya menjauhkan dirinya karena ia terlalu sulit diatur. Di hari-hari awalnya, Najwa harus menghadapi kamar bersama, jadwal yang padat, hafalan yang tersangkut, teman-teman baru, dan rasa rindu rumah yang sering datang bersama marah. Musim pertama ini mengikuti perjalanan kecil Najwa: dari merasa dibuang, menuju keberanian untuk jujur sedikit, bertahan satu hari lagi, dan mulai melihat bahwa pondok bukan tempat ia disingkirkan.

Membaca Series

Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1)

Lihat semua episode
Episode 18 dari 25 Baca berurutan agar alurnya terasa utuh.

Sebelum Membaca

Bacaan ini ditulis untuk dibaca pelan-pelan.

series keluarga adab

Aku baru menyebut wangi seprai sebagai hal yang kurindukan.

Esoknya, aku baru tahu bahwa wangi itu ternyata tidak datang sendiri.

Pagi itu, setelah sarapan dan kegiatan kebersihan selesai, Kak Salma berdiri di depan kamar sambil memegang daftar jadwal. Beberapa anak masih merapikan lemari. Ada yang menggulung sajadah. Ada yang mencari kaus kaki yang entah masuk ke bawah ranjang siapa.

“Kamar tiga, hari ini cuci seprai, ya. Habis ini bawa seprai masing-masing ke tempat cuci belakang.”

Risa yang sedang mencari peniti langsung menoleh.

Bacaan lanjutan

Lanjutkan cerita ini

Masuk sebentar untuk melanjutkan bacaan.

Komentar Ayah Bunda

Ruang berbagi setelah membaca.

Komentar akan langsung tampil setelah dikirim. Tulis dengan tenang dan lembut, terutama saat menanggapi bagian cerita.

Memuat komentar...