Logo Tarbiya Nabawiya Tarbiya Nabawiya Menumbuhkan Generasi dengan Iman dan Adab
← Kembali ke daftar cerita
Series Keluarga Muslim Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1) · Episode 23 13 menit

Kertas Baru setelah Ashar

Setiap kali ada langkah mendekat ke kantor, aku merasa seperti ikut berhenti. Setiap kali ada suara anak-anak di lorong, aku menoleh sedikit. Dan setiap.

Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1) Najwa datang ke pesantren putri dengan hati yang belum selesai. Ia merasa pondok adalah tempat pembuangan, tempat orang tuanya menjauhkan dirinya karena ia terlalu sulit diatur. Di hari-hari awalnya, Najwa harus menghadapi kamar bersama, jadwal yang padat, hafalan yang tersangkut, teman-teman baru, dan rasa rindu rumah yang sering datang bersama marah. Musim pertama ini mengikuti perjalanan kecil Najwa: dari merasa dibuang, menuju keberanian untuk jujur sedikit, bertahan satu hari lagi, dan mulai melihat bahwa pondok bukan tempat ia disingkirkan.

Membaca Series

Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1)

Lihat semua episode
Episode 23 dari 25 Baca berurutan agar alurnya terasa utuh.

Sebelum Membaca

Bacaan ini ditulis untuk dibaca pelan-pelan.

series keluarga adab

Setelah Ashar, aku tidak langsung pergi ke papan kecil itu.

Padahal sejak Dzuhur, pikiranku sudah berkali-kali berjalan ke sana lebih dulu.

Setiap kali ada langkah mendekat ke kantor, aku merasa seperti ikut berhenti. Setiap kali ada suara anak-anak di lorong, aku menoleh sedikit. Dan setiap kali aku ingat tulisan di kertas tadi siang, dadaku terasa sesak sebentar.

Giliran telepon santri putri akan ditempel setelah Ashar.

Sekarang sudah setelah Ashar.

Bacaan lanjutan

Lanjutkan cerita ini

Masuk sebentar untuk melanjutkan bacaan.

Komentar Ayah Bunda

Ruang berbagi setelah membaca.

Komentar akan langsung tampil setelah dikirim. Tulis dengan tenang dan lembut, terutama saat menanggapi bagian cerita.

Memuat komentar...