Logo Tarbiya Nabawiya Tarbiya Nabawiya Menumbuhkan Generasi dengan Iman dan Adab
← Kembali ke daftar cerita
Series Keluarga Muslim Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1) · Episode 24 8 menit

Sebelum Bunda Bicara

Kak Salma mempersilakanku masuk dengan gerakan tangan yang pelan. Aku melangkah melewati ambang pintu kantor. Lantai di dalam terasa lebih dingin daripada.

Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1) Najwa datang ke pesantren putri dengan hati yang belum selesai. Ia merasa pondok adalah tempat pembuangan, tempat orang tuanya menjauhkan dirinya karena ia terlalu sulit diatur. Di hari-hari awalnya, Najwa harus menghadapi kamar bersama, jadwal yang padat, hafalan yang tersangkut, teman-teman baru, dan rasa rindu rumah yang sering datang bersama marah. Musim pertama ini mengikuti perjalanan kecil Najwa: dari merasa dibuang, menuju keberanian untuk jujur sedikit, bertahan satu hari lagi, dan mulai melihat bahwa pondok bukan tempat ia disingkirkan.

Membaca Series

Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1)

Lihat semua episode
Episode 24 dari 25 Baca berurutan agar alurnya terasa utuh.

Sebelum Membaca

Bacaan ini ditulis untuk dibaca pelan-pelan.

series keluarga adab

Aku sudah takut mendengar suara Bunda.

Tapi saat telepon itu tersambung, suara pertama yang kudengar bukan suara Bunda.

Kak Salma mempersilakanku masuk dengan gerakan tangan yang pelan. Aku melangkah melewati ambang pintu kantor. Lantai di dalam terasa lebih dingin daripada lantai lorong, mungkin karena kipas kecil di pojok meja terus berputar sejak tadi.

Di atas meja ada buku daftar santri, bolpoin bertali, beberapa kertas yang ditumpuk rapi, dan telepon hitam yang belakangan ini terlalu sering kulihat.

Sekarang benda itu ada dekat sekali.

Bacaan lanjutan

Lanjutkan cerita ini

Masuk sebentar untuk melanjutkan bacaan.

Komentar Ayah Bunda

Ruang berbagi setelah membaca.

Komentar akan langsung tampil setelah dikirim. Tulis dengan tenang dan lembut, terutama saat menanggapi bagian cerita.

Memuat komentar...