Logo Tarbiya Nabawiya Tarbiya Nabawiya Menumbuhkan Generasi dengan Iman dan Adab
← Kembali ke daftar cerita
Series Keluarga Muslim Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1) · Episode 5 9 menit

Saat Orang Dewasa Mulai Memutuskan

Malam itu, aku mendengar namaku disebut dari ruang tamu sebelum Bunda sempat.

Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1) Najwa datang ke pesantren putri dengan hati yang belum selesai. Ia merasa pondok adalah tempat pembuangan, tempat orang tuanya menjauhkan dirinya karena ia terlalu sulit diatur. Di hari-hari awalnya, Najwa harus menghadapi kamar bersama, jadwal yang padat, hafalan yang tersangkut, teman-teman baru, dan rasa rindu rumah yang sering datang bersama marah. Musim pertama ini mengikuti perjalanan kecil Najwa: dari merasa dibuang, menuju keberanian untuk jujur sedikit, bertahan satu hari lagi, dan mulai melihat bahwa pondok bukan tempat ia disingkirkan.

Membaca Series

Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1)

Lihat semua episode
Episode 5 dari 25 Baca berurutan agar alurnya terasa utuh.

Sebelum Membaca

Bacaan ini ditulis untuk dibaca pelan-pelan.

series keluarga adab

Malam itu, aku mendengar namaku disebut dari ruang tamu sebelum Bunda sempat memanggilku.

Awalnya aku hanya turun untuk mengambil air putih. Tenggorokanku terasa kering setelah terlalu lama diam di kamar. Sejak beberapa hari terakhir, rumah memang seperti itu. Tidak ribut, tetapi juga tidak benar-benar tenang.

Dari tangga, aku melihat ruang tamu sudah lebih rapi daripada biasanya.

Meja kaca dibersihkan sampai memantulkan cahaya lampu gantung. Di atasnya ada tiga botol air mineral kecil, piring berisi kue kering, dan tisu yang dilipat rapi. Sofa besar berwarna krem tampak seperti baru saja dirapikan. Pendingin ruangan menyala lebih dingin dari biasanya.

Kalau tidak tahu apa-apa, orang mungkin mengira rumah kami sedang menunggu tamu biasa.

Bacaan lanjutan

Lanjutkan cerita ini

Masuk sebentar untuk melanjutkan bacaan.

Komentar Ayah Bunda

Ruang berbagi setelah membaca.

Komentar akan langsung tampil setelah dikirim. Tulis dengan tenang dan lembut, terutama saat menanggapi bagian cerita.

Memuat komentar...