Logo Tarbiya Nabawiya Tarbiya Nabawiya Menumbuhkan Generasi dengan Iman dan Adab
← Kembali ke daftar cerita
Series Keluarga Muslim Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1) · Episode 4 9 menit

Aku Dijaga, tapi Tidak Dipahami

HP-ku dipegang Ayah. Laptop hanya boleh kupakai di ruang tengah. Pulang sekolah harus langsung pulang. Tidak boleh mampir. Tidak boleh ikut teman-teman.

Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1) Najwa datang ke pesantren putri dengan hati yang belum selesai. Ia merasa pondok adalah tempat pembuangan, tempat orang tuanya menjauhkan dirinya karena ia terlalu sulit diatur. Di hari-hari awalnya, Najwa harus menghadapi kamar bersama, jadwal yang padat, hafalan yang tersangkut, teman-teman baru, dan rasa rindu rumah yang sering datang bersama marah. Musim pertama ini mengikuti perjalanan kecil Najwa: dari merasa dibuang, menuju keberanian untuk jujur sedikit, bertahan satu hari lagi, dan mulai melihat bahwa pondok bukan tempat ia disingkirkan.

Membaca Series

Pondok Bukan Tempat Pembuangan (Musim 1)

Lihat semua episode
Episode 4 dari 25 Baca berurutan agar alurnya terasa utuh.

Sebelum Membaca

Bacaan ini ditulis untuk dibaca pelan-pelan.

series keluarga adab

Sejak malam itu, rumah kami tidak lagi sunyi. Rumah kami mulai penuh aturan.

HP-ku dipegang Ayah. Laptop hanya boleh kupakai di ruang tengah. Pulang sekolah harus langsung pulang. Tidak boleh mampir. Tidak boleh ikut teman-teman tanpa izin. Tidak boleh menutup pintu kamar terlalu lama.

Aturan-aturan itu tidak ditempel di dinding. Tapi aku tahu semuanya ada.

Dari cara Bunda mengetuk pintu kamar lebih sering.

Dari cara Ayah bertanya, “Hari ini ke mana saja?” bahkan saat aku baru melepas sepatu.

Bacaan lanjutan

Lanjutkan cerita ini

Masuk sebentar untuk melanjutkan bacaan.

Komentar Ayah Bunda

Ruang berbagi setelah membaca.

Komentar akan langsung tampil setelah dikirim. Tulis dengan tenang dan lembut, terutama saat menanggapi bagian cerita.

Memuat komentar...