Logo Tarbiya Nabawiya Tarbiya Nabawiya Menumbuhkan Generasi dengan Iman dan Adab
← Kembali ke daftar cerita
Kisah Ibu dan Anak 21 menit

Senyum yang Menunggu Komentar

Aku baru selesai mengangkat cucian dari teras belakang ketika suara motor kurir berhenti di depan rumah. Raiha lebih dulu berlari ke pintu. Rambutnya.

Sebelum Membaca

Bacaan ini ditulis untuk dibaca pelan-pelan.

tarbiyah keluarga iman

Paket baju anak itu datang menjelang Zuhur.

Aku baru selesai mengangkat cucian dari teras belakang ketika suara motor kurir berhenti di depan rumah. Raiha lebih dulu berlari ke pintu. Rambutnya masih agak berantakan karena sejak pagi ia bermain kemah-kemahan di ruang tengah dengan selimut tipis dan dua kursi makan.

“Bunda, paket!” serunya.

Aku meletakkan keranjang cucian di dekat mesin cuci, lalu berjalan ke depan. Dari balik pintu, Raiha sudah berdiri sambil berjinjit, seolah paket itu memang ditujukan untuknya.

“Pelan-pelan, Nak. Bunda dulu yang terima.”

Bacaan lanjutan

Lanjutkan cerita ini

Masuk sebentar untuk melanjutkan bacaan.

Komentar Ayah Bunda

Ruang berbagi setelah membaca.

Komentar akan langsung tampil setelah dikirim. Tulis dengan tenang dan lembut, terutama saat menanggapi bagian cerita.

Memuat komentar...